Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2019

Tentang Si Merah, Kawan

Katamu, kawan. Merah adalah gairah. Si lemahlah sang penyerah. Engkau selalu lantang di hari cerah. Tangan mengepal hingga nyaris berdarah. Sementara aku sibuk berbenah. Kini ucap, kawan. Kulihat merahmu lelah. Karena hari ini tak lagi cerah. Bahkan belalang masih memberi sembah. Namun kau tak lagi berserah. Dapatkah merah menjelma amarah? Akankah kau tunggu ia bercampur darah? ( Perjalanan Pulang, 22 September 2019 )