Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2021

Hujan Paska Badai

Sudah seminggu berlalu dan mungkin sudah ratusan kali kalimat ini berputar dalam benakku: "Aku telah melupakanmu." Tapi apalah kata sang benak, jika batin selalu melukis sosokmu, meski kadang hanya ucapan atau kenanganmu. Rasanya ini tak semudah melupakan yang pertama karena kala itu adalah rentetan kejadian yang jika kuringkas: mencicil melupakan tiap harinya. Kisah kita berbeda, setidaknya dari sisiku. Mungkin engkau telah lupa akan betapa kita berusaha, seberapa besar air mata, dan seberapa berharganya tawa kita, yang tidak kita dapatkan dengan instannya. Mungkin di sisimu, melupakanku lebih mudah bagimu. Engkau telah mengangsur perubahan itu hari demi hari, menguatkan hatimu meski akhirnya memilih yang lain. Tapi bagiku, semuanya bagaikan tsunami. Tiba-tiba saja gelombang pasang masif datang memaksaku untuk meleburkanmu. Namun bila kau lihat lebih dekat, puing-puingmu masih menancap erat pada relung-relungku. Aku benar-benar ingin kembali ke sore itu dan mengatakan untuk ...