Mengulang Kenang

Ruang kecil ini selalu membawaku berkelana dalam ruang pikiranku, tentang masa-masa yang telah lalu, terbungkus rapat dalam kotak biru tertutup debu. Ingatanku melayang, membayangkan kenangan-kenangan yang sempat aku lupakan, yang kukira tak akan pernah lagi kutemukan di antara kerumunan ingatan-ingatan dan kenangan-kenangan yang memadati ruang sempit di kepalaku, yang tentunya lebih sempit daripada ruangan sempit yang sedang aku singgahi untuk beberapa jam ke depan, bus.
Pikiranku sedang memutar ulang sebuah kenang, akan masa dimana aku tak sekalipun percaya cinta, hanya memegang erat cita-cita. Kala itu aku adalah raga bernyawa tanpa rasa. Kukira rasa hanya merusak kata, membatasi jiwa, syarat untuk menderita. Aku salah seluruhnya. Rasa adalah inti dari sebuah karya, roh dari sebuah cita-cita mulia. Bagaimana dengan cinta? Ia tentu ada, aku salah membencinya. Bukan cinta yang aku benci, tapi kebodohan yang mengatas namakan cinta, yang menjelma rasa, yang mengelabuhi penyandangnya.

Komentar